Senin, 29 Juni 2015

1. kenapa babi diciptakan ?

babi diciptakan kedunia ini karna mempunyai tugas tersendiri sebagai cleaning servis di muka bumi ini dari berbagai bentuk kotoran ,oleh karna nya si babi dengan menyadari tugas nya sebagai cleaning servis dia selalu memakan kotoran manusia , sampah, bahkan kotoran nya sendiripun dia makan ,sungguh mahluk yang kotor dan najis, adaikan kotoran si babi itu tidak ia makan kembali , pasti tidak akan ada manusia yang membuangnya.

2. kenapa orang jepang ,china dan negara lain nya memakan babi lebih panjang umur nya ?

jawaban nya karna umur sudah ada yang mengatur , masing-masing manusia mempunyai takdirnya sendiri ,jadi tidak ada sangkut paut nya dengan memakan babi.
mungkin orang luar negri yang memiliki umur yang panjang karna pola hidup yang sehat , mereka rutin berolah raga, makan makanan yang bergizi ,dengan pola hidup yang baik otomatis kita akan mempunyai tubuh yang sehat.

3. kenapa daging babi diharamkan padahal cara memasak nya sama seperti hewan lain ?


Sesungguhnya ALLAH hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi dan binatang yang [ketika disembelih] menyebut  nama selain ALLAH, Tetapi barang siapa dalam keadaan terpaksa [memakannya] sedang ia tidak menginginkannya dan tidak [pula] melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya, Sesungguhnya ALLAH Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(QS. Al-Baqarah [2]: 173)
dan bukan kah yang kita makan setiap hari akan menjadi darah daging ,begitupun dengan daging babi jika kita memakan nya walupun sudah di bersihkan terlebih dahulu dan dimasak sampai matang tapi karna hewan ini najis dan kotor , dengan cara apapun si babi tetap saja haram.


4. kenapa ikan lele yang memakan kotoran seprti babi tidak diharamlan ?

hukum mengonsumsi ikan lele menurut islam pada asalnya adalah halal.
Tapi terkadang masyarakat Indonesia memelihara ikan lele di empang dan diberi makan berupa kotoran. 

Jika kondisinya kotor maka ikan lele menjadi sama seperti binatang jallalah , yaitu binatang yang memakan makanan kotor dan najis sehingga hukum memakannya adalah haram, Agar menjadi halal kembali, lele harus dikarantina alias dipisahkan dari tempat yang kotor dan diberi makanan yang bersih.

Namun Seorang ulama pernah ditanya, mengapa ikan yang tidak mempunyai sisik dilarang dan apa hikmahnya? Ulama itu mengatakan ``konsekuensi memutuskan menjadi muslim adalah tunduk pada hukum syariah dan ada banyak hikmah yang tidak dapat terjangkau dari hukum-hukumnya``.
Meski demikian dikatakan bahwa ikan tanpa sisik termasuk kategori (sama seperti babi), yang memakan apapun termasuk kotoran, sisa bangka hewan, dan polutan lain termasuk sisa manusia.

Para peneliti juga  menemukan bahwa ikan yang memiliki sisik dan sirip dan memiliki sistem pencernaan yang dapat mencegah penyerapan racun dan toksin dari air ke dalam tubuhnya, Beberapa ikan berdaging putih, termasuk ikan kod, dan ikan salmon merupakan contoh ikan yang memiliki sisik dan sirip.

Sementara ikan lele memiliki sirip namun tidak memiliki sisik, Ikan jenis ini biasanya memakan apa yang di dasar air dan memiliki sistem pencernaan yang didesain untuk menyerap toksin dari air.